Sakit Jantung: Gejala, dan Tes Kesehatan untuk Mendeteksinya

Autism Test: Rangkaian Tes untuk Mendeteksi Autisme

Autisme merupakan gangguang pada saraf yang berdampak pada perkembangan seseorang. Akibatnya, penderita autisme mengalami kesulitan untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungannya. Akan tetapi, banyak juga orang yang terhambat perkembangannya meskipun tidak autis. Oleh karena itu, tes autisme perlu dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang autis atau tidak. Lantas, seperti apa rangkaian tes yang perlu dijalani?

a.      Skrining Perkembangan

Autism Test: Rangkaian Tes untuk Mendeteksi Autisme

Skrining perkembangan ialah tes autisme secara singkat. Tujuannya ialah untuk mengetahui apakah anak mengalami keterlambatan perkembangan atau tidak. Pada tes ini, dokter akan mengajukan beberap pertanyaan pada orang tua seputar perkembangan anak. Selain itu, dokter juga akan berbicara dan bermain langsung dengan sang anak.

b.      Penilaian Perilaku

Pada tes ini, dokter akan mengulas rekam medis anak. Selama itu, dokter juga akan mengajukan pertanyaan seputar perkembangan anak. Misalnya seperti reaksi anak ketika menginginkan barang tertentu. Meskipun menginginkan sesuatu, anak autis cenderung diam saja. Setelah itu, dokter akan menggunakan paduan diagnostik untuk menilai perilaku anak.

c.       Penilaian Fisik

Penilaian fisik dilakukan untuk mencari tahu apakah gejala autisme disebabkan oleh masalah fisik. Pertama, dokter akan mengukur tinggi, berat, dan lingkar kepala anak. Lalu, akan dilakukan juga tes pendengaran untuk mengetahui kemampuan mendengar anak. https://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_Komunikasi_Autisme

d.      Tes Laboratorium

Autism Test: Rangkaian Tes untuk Mendeteksi Autisme

Les laboraturium dapat menentukan apakah ada masalah fisik yang mengakibatkan anak menunjukkan gejala autis. Pada umumnya, tes laboratorium ini dilakukan melalui tes genetik (DNA). Selain itu, dilakukan juga tes keracunan timbal untuk mengetahui kadar timbal dalam darah anak. Seperti yang kita tahu, timbal merupakan logam beracun yang mengakibatkan kerusakan otak atau tubuh lainnya.

Vitamin otak alami, Solusi Penanganan Autisme Selain Terapi

Ketika hasil tes autisme dinyatakan positif, anak tentu harus diberikan penanganan. Ia harus mengikuti berbagai terapi yang bisa mendukung perkembangannya. Jangan sampai ia ‘tertinggal’ dari lingkungan sosial hanya karena tidak bisa beradaptasi dengan baik. Selain terapi, anak autis juga membutuhkan suplemen yang bisa mengoptimalkan otaknya. Suplemen ini berupa vitamin otak alami. Karena tidak menggunakan pengawet dan zat-zat berbahaya, vitamin ini aman dikonsumsi jangka panjang. Apabila diberikan secara konsisten, vitamin otak dapat mengurangi gejala-gejala autisme yang muncul.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *